Kamis, 20 Maret 2014

PENALARAN

PENALARAN

PENDAHULUAN


Dalam membuat suatu karangan ilmiah banyak membahas fakta secara logis dan sistematik dengan tata bahasa yang baik dan benar. Berarti untuk menulis karangan ilmiah diperlukan kemampuan menalar secara ilmiah. Oleh karena itu kita perlu memahami prinsip-prinsip yang berlaku  didalam proses penalaran ilmiah. Dengan mempelajari penalaran, akan memperoleh pengetahuan mengenai  definisi,kalimat efektif,paragraph, dan pengembangan karangan.Melalui proses penalaran,kita dapat sampai pada kesimpulan yang mungkin berupa asumsi,hipotesis,teori, atau keputusan lainnya. Dalam penalaran, proposisi dijadikan sebagai dasar penyimpulan yang disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

PEMBAHASAN

1.      Pengertian Penalaran
Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang logis berdasarkan atas evidensi yang relevan. Dengan demikian, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Data atau fakta yang dinalarkan itu boleh benar dan boleh tidak. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu kesimpulan harus dalam bentuk kalimat pernyataan.   

2.      Proposisi
A.      Pengertian Proposisi
Proposisi adalah kalimat yang berisi pernyataan tentang hubungan antara fakta –fakta (subjek dan predikat). Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat proposisi. Namun proposisi juga dapat diartikan sebagai kalimat pernyataan tentang hubungan antara fakta-fakta yang dapat dinilai benar atau salah. Suatu proposisi mempunyai subjek dan predikat yang berbentuk kalimat, tetapi tidak semua kalimat digolongkan dalam proposisi. Hanya kalimat berita netral yang dapat disebut proposisi.

A.      Jenis-jenis proposisi
·         Berdasarkan bentuknya, proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Proposisi Tunggal
Proposisi tunggal hanya mengandung satu pertanyaan.
Contoh : SEmua mahasiswa adalah agen perubahan.
2.      Proposisi Majemuk
Proposisi majemuk mengandung lebih dari satu pertanyaan.
Contoh : Semua mahasiswa adalah agen perubahan dan calon pemimpin.
·         Berdasarkan sifatnya, proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Proposisi Kategorial
Proposisi kategorial adalah hubungan subjek dan predikat terjadi tanpa syarat.
Contoh : Sebagian binatang berkaki empat.
2.      Proposisi Kondisional
Proposisi Kondisional adalah hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat yang dapat diingat sebelum peristiwa berlangsung.
Proposisi Kondisional dibagi 2, yaitu :
a.      Proposisi Kondisional Hipotesis, yang terdiri anteseden (syarat) dan konsekuen (akibat).
Contoh : Kalau metodenya diubah (anteseden), maka hasilnya akan berbeda (konsekuen).
b.      Proposisi Kondisional Disjungtif, yaitu suatu alternate atau pilihan.
Contoh : Kita akan melanjutkan diskusi ini, atau bubar saja.
·         Berdasarkan kualitas, proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :
a.      Proposisi Positif
Proposisi positif adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antara subjek dan predikat.
Contoh : Sebagian mahasiswa tidak melakukan KKN.
b.      Proposisi Negatif
Proposisi negative adalah proposisi yang menyatakan tidak ada hubungan antara subjek dan predikat.
Contoh : Sebagian orang jompo tidaklah pelupa.

·         Berdasarkan kuantitas, proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :
a.      Proposisi Universal
Proposisi universal adalah predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjek.
Contoh : SEmua dokter adalah orang pintar.
b.      Proposi Khusus
Proposi khusus adalah proposi hanya membenarkan atau mengingkari sebagaian subjek.
Contoh : Sebagian mahasiswa gemar berolahraga.

A.      Bentuk-bentuk Proposisi
Berdasarkan dua jenis proposisi yaitu proposisi kuantitas (umum dan khusus) dan proposisi kualitas (positif dan negatif) didapatkan empat macam proposisi, antara lain:
a.       Proposisi Umum Positif
Proposisi umum positif adalah proposisi yang predikatnya membenarkan keseluruhan subjek yang disebut proposisi A.
b.      Proposisi Umum Negatif
Proposisi umum negatif adalah proposisi yang predikatnya mengingkari keseluruhan subjek yang disebut proposisi E.
c.       Proposisi Khusus Positif
Proposisi khusus positif adalah proposisi yang predikatnya membenarkan sebagian subjek yang disebut proposisi I.
d.       Proposisi Khusus Negatif
      Proposisi khusus negatif adalah proposisi yang predikatnya mengingkari sebagian subjek yang disebut proposisi O.

1.       Inferensi dan Implikasi
Inferensi
Inferensi  adalah  konklusi  logis  atau  implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar,  proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference  engine. Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base  telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup  akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan.

Implikasi
Implikasi artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
    Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.

1.      Cara Menguji Data

Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
  • -          Observasi
  • -          Kesaksian
  • -          Autoritas

5.Cara Menguji Fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi

6.Cara Menilai Autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan
.

Soal-soal Penalaran :
Implikasi artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
    Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.

1.      Cara Menguji Data

Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
  • -          Observasi
  • -          Kesaksian
  • -          Autoritas

5.Cara Menguji Fakta

Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi

6.Cara Menilai Autoritas

Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan
.

Soal Penalaran :
 1.       Jenis-jenis proposisi berdasarkan bentuknya yaitu…
a.       Proposisi kategorial dan proposisi kondisional
b.      Proposisi tunggal dan proposisi majemuk *
c.       Proposisi positif dan proposisi negative
d.      Proposisi universal dan proposisi khusus
2.       Suatu proses berfikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang logis berdasarkan atas evidensi yang relevan, adalah pengertian dari…
a.      Karya ilmiah
b.      Proposisi
c.       Penalaran *
d.      Inferensi
3.       Salah satu contoh dari proposisi kategorial adalah…
a.       Sebagian binatang berkaki empat *
b.      Semua dokter adalah orang pintar
c.       Sebagian mahasiswa ada yang tidak mengikuti KKN
d.      Semua mahasiswa adalah agen perubahan
4.       Beberapa cara yang digunakan untuk menguji data adalah…
a.       Observasi
b.      Kesaksian
c.       Autoritas
d.      Jawaban A,B, dan C benar *
5.       Hubungan subjek dan predikat terjadi tanpa syarat adalah pengertian dari proposisi…
a.      Tunggal
b.      Kategorial *
c.       Universal
d.      Kondisional

Selasa, 21 Januari 2014

Mengapa Produsen Perlu Memperhatikan Perilaku Konsumen

Softskill
Mengapa Produsen Perlu Memperhatikan Perilaku Konsumen

Disusun oleh :
Eka Septiani
12211360
3EA06


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam era globalisasi ini sudah banyak berbagai macam jenis pesaing bisnis dibidang usaha masing-masing yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kepuasan,keuntungan, serta konsumen bagi produsen masing-masing jenis usaha. Seorang produsen usaha biasanya dituntut untuk mengembangkan serta mempertahankan jenis usahanya sendiri dari para pesaing bisnis yang lainnya.
Seiring dengan perkembangan zaman dan usaha bisnis yang sangat pesat dan ketat, produsen pada umumnya ingin mempertahankan para konsumen untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya. Para konsumen sendiri sangat mempengaruhi produsen dalam menentukan apakah produsen tersebut mampu bersaing dengan produsen lainnya di bidang bisnis atau tidak. Peran penting para konsumen itu sendiri biasanya ditandai dengan banyaknya para konsumen yang menikmati atau menyukai produk dari produsen tersebut.
Banyaknya jenis konsumen menjadikan penulis ingin mengetahui Mengapa Produsen Perlu Memperhatikan Perilaku Konsumen? Dalam makalah ini penulis ingin membahas tentang macam-macam perilaku konsumen, faktor-faktor apasajakah yang mempengaruhi perilaku konsumen, dll.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen itu sendiri?
2.      Apa tujuan serta manfaat dari perusahaan dalam mempelajari perilaku konsumen?
3.      Apakah peran dari prilaku seorang konsumen sangat berpengaruh terhadap penjualan suatu produk?

1.3  Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seorang konsumen.
2.      Mengetahui tujuan serta manfaat bagi perusahaan dalam mempelajari perilaku konsumen.
3.      Untuk mengetahui seberapa besar peran seorang konsumen terhadap penjualan produk.

1.1  Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Untuk produsen :
Untuk membantu produsen dalam memahami setiap prilaku konsumen serta menjadikan sumber informasi bagi para produsen untuk meningkatkan jumlah penjualan produknya.
b.      Untuk penulis :
Dapat menambah wawasan penulis tentang pentingnya memahami prilaku konsumen bagi seorang produsen.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Pengertian perilaku konsumen menurut beberapa ahli :
a.       Schiffman dan Kanuk
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk dan jasa, maupun ide yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya.
b.      Engel, Blackwell dan Miniard
Perilaku konsumen ialah tindakan-tindakan produk jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.
c.       Mowen
Perilaku konsumen merupakan aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi dan membuang barang atau jasa.
d.      The American Marketing Association
Perilaku konsumen membagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.
Manfaat dari mempelajari perilaku konsumen yaitu :
1.      Produsen dapat mengambil keputusan yang lebih cermat atas dasar pertimbangan yang matang.
2.      Menurut Aaker siapa yang lebih mampu memahami keinginan konsumen dan menerjemahkan keinginan tersebut dalam bentuk produk atau jasa yang unggul akan memenangkan persaingan tersebut.
3.      Produsen dapat dengan tepat memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.
2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Konsumen
1.      Faktor Sosial
·         Grup
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership groupterdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan professional, dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Maknes, 2003, pp. 203-204).
·         Pengaruh Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p. 204).
·         Peran dan Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang disekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat. (Kotler, Amstrong, 2003, p.135).
2.      Faktor Personal
·         Situasi Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu. (Kotler, Amstrong, 2006, p. 137).
·         Gaya Hidup
Pola hidup seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas social, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda. (Kotler, Amstrong, 2006, p. 138).
·         Kepribadian dan Konsep Diri
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensive, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p. 140). Tiap orang memiliki gambaran yang kompleks, dan perilaku sesorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut. (Kotler, Bowen, Maknes, 2002, p. 212).
 ·         Umur dan Siklus Hidup
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Factor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 205-206).
·         Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. (Kotler, Kowen, Makens, 2003, p. 207).
1.      Faktor Psikologi
·         Motivasi
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hirerarki, dari yang paling mendesak sampai yang tidak paling mendesak. Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti mnjadi sebuah motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p. 214).
·         Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan, informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p. 215).
·         Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama. (Schiffman, Kanuk, 2004, p. 207).
·         Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman. (Kotler, Amstrong, 2006, p. 144). Sedangkan attitude adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide. (Kotler, Amstrong, 2006, p. 145).
1.      Faktor Kebudayaan
·         Subkultur
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). meskipun konsumen pada Negara yang berbeda mempunyai nilai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p. 202).
·         Kelas Sosial
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya. (Kotler, Amstrong, 2006, p. 132).
2.3 Keputusan Pembelian
Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Tahap-tahap proses keputusan pembelian (Phillip KOtler, 2005:204) :
Ø  Pengenalan Masalah
Proses pembeli dimulai dari pengenalan masalah atau kebutuhan. Pembeli menyadari suatu perbedaan antara keadaan sebenarnya dan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan itu dapat digerakkan oleh rangsangan dari dalam diri pembeli atau dari luar. Para pemasar perlu mengenal berbagai hal yang dapat menggerakkan kebutuhan atau minat tertentu dalam konsumen. Para pemasar perlu meneliti konsumen untuk memperoleh jawaban, apakah kebutuhan yang dirasakan atau masalah yang timbul, apa yang menyebabkan semua itu muncul, dan bagaimana kebutuhan atau masalah itu menyebabkan seseorang mencari produk tertentu ini.
Ø  Pencarian Informasi
Seorang konsumen yang mulai tergugah minatnya mungkin akan atau mungkin tidak mencari informasi yang lebih banyak lagi. Jika dorongan konsumen adalah kuat, dan obyek yang dapat memuaskan itu tersedia, konsumen akan membeli obyek itu. Jika tidak, kebutuhan konsumen itu tinggal mengendap dalam ingatannya. Konsumen mungkin tidak berusaha untuk memperoleh informasi lebih lanjut atau sangat aktif mencari informasi sehubungan dengan kebutuhan itu.
Ø  Penilaian Alternatif
Setelah melakukan pencarian informasi sebanyak mungkin tentang banyak hal, selanjutnya konsumen harus melakukan penelitian tentang beberapa alternatif yang ada dan menentukan langkah selanjutnya. Penilaian ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh sumber-sumber yang dimiliki oleh konsumen (waktu, ruang, informasi) maupunn resiko keliru dalam penilaian.

Ø  Keputusan Membeli
Setelah tahap-tahap awal tadi dilakukan, sekarang tiba saatnya bagi pembeli untuk menentukan pengambilan keputusan apakah jadi membeli atau tidak. Jika keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk, penjual, kualitas, harga, dan sebagainya. Untuk setiap pembelian ini, produsen perlu mengetahui jawaban atas pertanyaan yang menyangkut perilaku konsumen.
Ø  Perilaku Setelah Pembelian
Setelah membeli suatu produk, konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau tidak ada kepuasan. Ada kemungkinan bahwa konsumen memiliki ketidakpuasan setelah melakukan pembelian seperti harga barang dianggap terlalu mahal, kualitas barang yang tidak sesuai dengan keinginan, dan sebagainya. Untuk mencapai suatu keharmonisan dan meminimumkan ketidakpuasan pembeli harus mengurangin keinginan-keinginan lain setelah pembelian, atau juga pembeli harus mengeluarkan waktu lebih banyak lagi untuk melakukan evaluasi sebelum membeli.

2.4 Faktor – Faktor Yang Memepengaruhi Pembelian
Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian, yaitu:
1.      Motivasi (Motivation)
Merupakan suatu dorongan yang terdapat dalam diri seseorang guna mencapai suatu tujuan tertentu.
2.       Persepsi (Perception)
Merupakan hasil dari pemaknaan atau pandangan seseorang terhadap suatu kejadian yang dihadapinya berdasarkan pada informasi dan pengalamannya terhadap kejadian tersebut.
3.      Pembentukan Sikap (Attitude Formation)
Merupakan penilaian yang terdapat dalam diri seseorang, yang mencerminkan sikap suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu hal.
4.       Integrasi (Integration)
Merupakan gabungan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon terhadap sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli suatu produk, sebaliknya perasaan tidak suka akan membuat seseorang untuk tidak membeli suatu produk.

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi yang pesat sangatlah berpengaruh terhadap perilaku konsumen saat ini. Banyak macam-macam perilaku konsumen yang ada sangat mempengaruhi terhadap pembelian suatu produk atau jasa yang dimiliki oleh produsen. Kualitas produk atau jasa serta harga sangat mempengaruhi prilaku konsumen untuk membeli produk yang dimiliki oleh produsen. Karakteristik setiap konsumen berbeda-beda, ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian produk yaitu faktor social, faktor personal, faktor psikologis, serta faktor kebudayaan.
Oleh karena itu seorang produsen harus selalu memperhatikan perilaku konsumen dalam strategi pemasaran untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dalam penjualan suatu produk. Dengan memahami dan memperhatikan perilaku konsumen, produsen dapat mengerti dan mengetahui apa yang sedang dibutuhkan seorang konsumen saat ini.

Daftar Pustaka
  

Sabtu, 23 November 2013

Pertimbangan Makan di Gerai Cepat Saji

Anggota kelompok Softskill (3EA06)
DHANIA SORAYA                                     11211982
EKA SEPTIANI                                          12211360
OLIVIA ELSA ANDIRA                             15211463
RIRIN DWIASIH                                        16211263
WULAN AQSARI WAHYUNINGSIH         17211470
 
 
 
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pernahkan anda mendengar tentang istilah “Fast Food” atau makanan cepat saji ? Dan pernah kah anda berpikir mengapa orang-orang banyak yang menyukai makanan-makanan cepat saji ?mereka lebih suka datang ke tempat makan cepat saji untuk makan disana atau sekedar membelinya dengan sistem take away . Jawabannya banyak orang beranggapan makanan “Fast Food” atau cepat saji ini adalah pilihan mereka untuk makan secara praktis dan makanan yang datang atau tersaji dengan cepat tanpa mereka harus menunggu lama untuk menunggu makanan mereka datang,di samping itu makanan cepat saji adalah makanan yang praktis untuk dikonsumsi,baik langsung dimakan ditempat ataupun dibawa pulang,karena setiap restoran tempat makan saji selalu memiliki sistem “take away” dengan begitu pelanggan yang membeli dapat memesan makanan cepat saji tersebut lalu dibungkus untuk dibaawa pulang, ada juga restoran tempat makan saji yang selain memiliki sistem “take away” ada pula sistem “drive thrue” yaitu sistem atau cara dimana pembeli yang ingin membeli makanan cepat saji yang sedang mengendarai kendaraan atau sedang berkejaran dengan waktu sehingga tidak sempat turun dari kendaraan mereka untuk mengantri didalam meeka dapat memesan makanan melalui jalur ‘Drive Thrue” yang tersedia , dengan menggunakan layanan “drive thrue” tersebut pembeli dapat memesan makanan cepat sajiu dari dalam kendaaran mereka lalu melakukan pemnbayaran pun dilakukan di tempat tersebut. Tetapi memang tidak semua tempat makan saji memiliki layanan “drive thrue” tersebut. Meski begitu tempat makan cepat saji yang lainnya pun tetap banyak diminati oleh masyarakat . Sebagian masyarakat menyukai layanan makanan cepat saji karena alasan kepraktisan dalam membeli dan mengkonsumsi makanan tersebut . Dan mungkin beberapa nama-nama tempat makan fast food yang kita ketahui seperti Mcd , KFC , CFC , Hoka-Hoka Bento , Burger King , Klenger Burger , J.co, Dunkin Donuts , Pizza Hut dan masih banyak lagi .Dari beberapa tempat makan cepat saji yang telah disebutkan mungkin ada beberapa yang telah kita kunjungi atau bahkan sering kita kunjugi setiap kali kita ingin makan disana dengan berbagai menu yang disediakan tidak dapat dipungkiri kita pun pasti tergiur untuk membelinya . Datang ke tempat makan saji sebenarnya tidak semua bertujuan hanyak untuk sekedar makan disana , tetapi kebanyakan masyarakat yang datang kesana ada yang sekedar membeli makanan ringan atau minuman kemudia bersantai di tempat makan tersebut untuk memnfaatkan layanan WiFi yang tersedia ,atau bahkan hanya sekedar berkumpul bersama teman-teman atau keluarga karena lokasi tempat makan saji yang cocok untuk bersantai .
Dengan demikian, sebetulnya makanan cepat saji memang cukup membantu atau memudahkan kami para konsumen untuk dapat melepaskan rasa lapar dan ras aingin segera membeli makanan tanpa harus menunggu lama , karena kita kethaui makanan sepat saji adalah makanan yang prkatis untuk dikonsumsi dengan berbagai macam menu dan harga yang ditawarkan. Dengan adanya makanan cepat saji yang bervariasi serta harga yang cukup terjangkau maka tak heran banyak masyarakat dari anak-anak , remaja , bahkan kalangan dewas pun menyukai makan di tempat makan cepat saji . Namun para masyarakat yang mengkonsumsi makanan cepat saji harus menyadari resiko , karena makanan cepat cepat saji tidak semuanya menyehatkan dan tidak semua memiliki kandungan gizi yang baik .Maka jika sering mengkonsumsi makanan cepat saji sebaiknya diperhatikan pola hidup yang baik agar tetap sehat . Disini kami akan membahas sekilas tentang makan cepat saji J.co .
Profile J.CO 

J.co adalah tempat makan saji yang mengkhususkan makanan cepat saji dalam jenis donat, yogurt dan kopi. Perusahaan didirikan dan dimiliki oleh Johnny Andrean Group seorang pemilik jaringan BreadTalk di Indonesia. J.CO diilhami dari donat USA.Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke USA, mendapatkan kesempatan menikmati berbagai jenis donat dengan rasa dan keunikan yang berbeda. Pada mulanya, ia ingin membeli waralaba suatu jaringan pemasaran donat USA, tetapi ia mendapatkan beberapa keterbatasan pada produknya. Keterbatasa itu ada pada bahan baku dan kelemahan dalam pengendalian kualitas.

 Johnny memutuskan untuk mengembangkan produksi donatnya sendiri tanpa harus membeli francise donat dari USA. Ia memilih untuk menghasilkan bentuk dan rasa donat yang sempurna sebagaimana yang pernah ia coba di USA, dengan memfokuskan secara khusus pada mutu bahan baku dan proses produksi. Di Indonesiaia kemudian mengembangkan sebuah gerai toko donat dengan konsep, bentuk dan rasa yang mirip dengan gerai donat USA. Johnny sejauh ini telah mengamati bahwa tidak ada satu pun gerai donat di Indonesia yang mempunyai konsep dapur terbuka, karenanya ia memulainya di J.CO. Maka, selain mempunyai rasa yang berbeda, konsep toko juga dibuat sebagai dapur terbuka sehingga konsumen-konsumen dapat melihat berbagai atraksi dalam pembuatan donat, dari mencampurkan bahan-bahan sampai menjadi donat siap dijual.

Donat J.Co dibuat menggunakan mesin-mesin, baik saat mencampurkan bahan-bahan, memasak dan membuat topping donat.Satu-satunya tenaga manusia yang dilibatkan hanya pada saat pencetakan donat. Yang juga menggunakan alat bantu cetakan.
Semua mesin yang digunakan sepenuhnya diimpor dari USA.Begitu juga dengan bahan-bahan dasar, lebih dari 50% diimpor dari luar negeri. Seperti cokelat yang diimpor dari Belgia dan susu dari Selandia Baru. Juga, untuk minuman, bahan-bahannya kebanyakan diimpor pula.Sebagian kopi bubuk diimpor dari Italia dan Costa Rica.Berdasarkan semua inilah, J.CO diposisikan sebagai produk bermutu premium di pasaran donat Indonesia.
Sebagian pihak mungkin berpendapat bahwa logo J.CO memiliki kemiripan dengan logo Starbucks, tetapi jika diperhatikan dengan teliti, itu berbeda. Bentuk bulatnya boleh jadi sama, tapi itu bukanlah sebuah trademark.

J.CO Donuts & Coffee menggunakan simbol burung merak pada logo mereka.Merak ini menyimbolkan keindahan, kerapian, kelembutan dan keabadian.
Keindahan dan kehalusan dicerminkan dari rasa dan bentuk donat.Sementara keabadian dapat dilihat dari kesetiaan konsumen yang bersedia berdiri mengantri panjang di gerai-gerai hanya untuk mendapatkan donat J.CO favorit mereka.

Masing-masing donat dinamai secara kreatif berdasarkan topping dan rasa. Hal ini menciptakan suatu keunikan dan mudah untuk diingat, sebagai contoh, Chees Me Up adalah nama untuk donat dengan keju leleh di lapisan atas. Tira Miss U adalah nama untuk donat dengan topping tiramisu.

Johnny membutuhkan tiga tahun sebelum meluncurkan J.CO Donuts & Coffee ke pasar Indonesia. Tiga tahun digunakannya untuk mempersiapkan standar dan prosedur produksi, pemilihan bahan baku, memperbaiki mutu dan proses produksi produk, serta operasional bisnis.

Bagaimana pun, J.CO telah hadir di pasar Indonesia.Toko yang pertama dibuka di Supermall Karawaci Tangerang (tidak jauh dari Jakarta) pada tanggal 26 Juni 2005. J.CO Donuts & Coffee di Indonesia semuanya dikendalikan dan dimiliki oleh Jhonny sendiri, sedangkan toko-toko di luar negeri diwaralabakan, yang mana kita mengetahui bahwa waralaba J.CO Donuts & Coffee Singapura dimiliki oleh kelompok BreadTalk.
Visi Misi J,co
Burung Merak pada logo J.co Donuts and Coffee representasi visi misi perusahaan. 
Visi
1.Membentuk J.Co Donuts and Coffee sebagai International Premium Donuts and coffee Brand terkemuka.
2. Menjadi trend-setting lifestyle dalam donuts and coffee brand
3. Menjadi perusahaan yang tepat bagi orang-orang yang tepat dalam meraih cita-cita mereka.
 Filosofi Logo
Beberapa orang mengatakan logo J.Co Donuts and Coffee mirip dengan logo sturbucks . Batas melingkar mungkin sama, tapi bukan merek dagang. J.Co Donuts and Coffee menggunakan logo burung merak dalam logo mereka. Merak disini melambangkan keindahan ,elegan , kelembutan,dan keabadian. Keindahan dan kelembutan mencerminkan bentuk rasa donat.Sementara keabadian dapat di lihat dari loyalitas yang bersedia berdiri dalam antrian panjang ditoko-toko untuk mendapatkan donat favorit mereka.
Produk
J.Co Donuts and Coffee hadir ditengah masyarakat dengan beberapa jenis produk yang ditawarkan.Produk-produk yang dimaksud meliputi donat,kopi,coklat serta produk terbarunya ,Yoghourt. Setiap donat diberi nama kreativ sesuai topping,dan rasa. Ini menciptakan sebuah keunikan dan mudah mengingat nama sebagai contoh Cheese Mee Up adalah nama untuk nama donat dengan keju meleleh diatasnya,Tira Miss U adalah nama dari donat dengan rasa tiramisu.
Berikut nama-nama produk yang ditawarkan J.Co Donuts and Coffee :
Hazle Dazzle,Glazzy , Alcapone , Coco Loco , Cheese Me Up, Miss Green T , Why Nut ,J.crown Oreo , Da vin cheez , Mona pisa , Heaven Berry , Forest Glam ,J.Co Praline ,J.co Yoghurt, Choco Forest Freeze , J.pops dan masih banyak lagi.
Pertimbangan kami memilih tempat makan cepat saji J.co Donnuts & Coffee karena rasa dari produk J.co cocok dilidah kami dan struktur dari donatnya lembut serta banyak varian rasa , selain produk donat ada pula minuman seperti  Coffe , Oreo , Mocca , Greentea , Hot Chocolate, dll . minumannya pun terdapat yang panas dan yang dingin selain itu J.o pun menawarkan produk Youghurt dengan berbagai topping . Dilihat dari harganya menurut kami cukup terjangkau ,dan menurut kami tempatnya sangat nyaman kumpul-kumpul bersama teman dan ada WIFI nya . Kelebihan J.co lainnya yaitu setiap membeli 1 minuman gratis 1 donat.
PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan dunia kuliner memang sangat pesat , dan kini sudah semakin banyak restotan tempat makan yang menyediakan makanan cepat saji atau fast food. Masyarakat sangat menyukai makanan cepat saji rata-rata mereka beralasn karena makana cepat saji sangat praktis untuk dikonsumsi dan restoran atau took-toko makancepat saji pun sekarang sudah dengan mudah ditemui karena sidah tersebar di mana-mana sehinggas memudahkan para masyarakat yang membutuhkan makanan cepat saji tersebut .Dengan megkonsumsi makanan cepat saji atau mendatangi restoran dan took-toko makanan cepat saji juga menjadi sebuah gaya hidup masyarakat masa kini dimana mereka menyukai makanan-makanan cepat saji yang praktis dan sangat udah untuk mendapatkannya.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/J.CO_Donuts